Pura Dalem Pingit dan Pura Kusti, Tempat melukat umat Hindhu


Sebelum saya menginformasikan tentang Pura dalem Pingit dan Pura Kusti, ada baiknya  saya informasikan dulu tujuan-tujuan tertentu yang di harapakan, dari ritual melukat adalah penyembuhan penyakit baik medis mauapun no medis, murah rejeki, meningkatkan kesucian diri, kerukunan dalam rumah tangga, meningkatkan spiritual dan masih banyak lagi. Air suci yang mengalir di tempat ini adalah air sumber alami yang membuat badan segar, sejuk dan murni ( karena dari sumber alami) kalau di liat dari kasat mata, namun dari kacamata spiritual memliki aura suci utama yang merupakan anugrah dari “Ida dewi Uma”.

Pura dalem pingit dan Pura Kusti berlokasi didesa/banjar sebatu, tegallang, gianyar. Lokasinya cukup jauh dari jalan utama, jalannya agak tersembunyi, bagi yang belum pernah kesini ada baiknya bertanya pada penduduk sekitar dan liat petunjuk jalan, karana ada petunjuk jalan ” Genah Melukat”, ikuti saja…… Pemandangan alam masih alami, menuruni undak2 kurang lebih 257 menuju tempat melukat  yang jaraknya kurang lebih 400 meter.

Di tempat ini di yakini airnya berwarna-warni, menurut penuturan warga sekitar. Air suci disini berwarna 3 setelah di gunakan melukat, yakni :

  1. Warna Putih keruh, seperti air beras
  2. Warna air teh atau warna ke merah2an
  3. Warna kekuning-kuningan tampak keruh, kalo orang bali bilang ” puek”
  4. Warna bening tidak berwarna sama sekali,

Fenomena ini muncul setelah air suci ini di pakai melukat, apakah ini menunjukkan sakit yang di derita yang bersangkutan, menurut konfirmasi dengan  jero mangku disana, jero mangku enggan memberikan komentar ini di kembalikan lagi ke pecercayaan masing-masing untuk memaknai yang jelas tujuan dari melukat mudah-mudahan terkabul.Melukat di tempat ini dilarang buat anak2 yang belum tanggal gigi.

Sarana yang di bawa, menurut jero mangku , sarana ini hendaknya di bawa  supaya tujuan dan maksud dari ritual ini  lebih mantap terkabul. Menurut jero mangku sarana yang patut di bawa berasarkan “bawos niskala” seperti berikut :

  1. Daksina Pejati, terutama bagi mereka yang pertama kali datang, selanjutanya cukup menggunakan sarana canang sari ( tanpa pejati)
  2. Pejati yang di bawa hendaknya berisi pisang kayu, bunga teratai warnanya boleh apa saja
  3. Kwangen buat sarana muspa menggunakan bunga jempiring, teratai biru dan uang kepeng sebanyak 11 biji

Itulah sarana melukat yang hendaknya di bawa ke Pesiraman Pura dalem Pingit, semoga informasi ini berguna, tujuan melukat dari  anda sekalian terkabul di anugrahi kesehatan jasmani dan rohani. Akhir kata, mohon maaf  kalo ada kesalahan dalam penyampaian. Salam !

*= di kumpulkan dari buku, pengalaman pribadi  dan sumber2 lainnya.

About these ads

6 thoughts on “Pura Dalem Pingit dan Pura Kusti, Tempat melukat umat Hindhu

  1. Ping-balik: Bali Is My Life « wayansuyasa

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s