KEHIDUPAN (sebuah Renungan)

Seperti sungai yang mengalir, kehidupan juga mengalir. Jangan mencoba untuk melawannya…….Kau akan melukai dirimu sendiri. Dan janganlah kau berhenti, itu akan mengakhiri segala sesuatu yang hidup dalam dirimu, dalam ‘hidup’ mu….ikutilah arus.

Berlatihlah mencintai, mencintai kehidupan. Jika saya katakan : cintailah kehidupan, saya maksudkan setiap hal yang datang bersama kehidupan, kelahiran dan kematian keduanya sementara, sesaat. Kehidupan adalah abadi, sangat luas . Melewati kelahiran dan kematian, melampaui semua batasan ruang dan waktu. Kehidupan menghampirimu dengan segala keagungan dan kejayaannya, terimalah!

Jangan menghindari kehidupan, sekali lagi saya ulangi: Terimalah kehidupan. Penerimaan akan kehidupan semestinya berarti penerimaan atas semua hal yang bersangkutan dengan kehidupan baik dan buruk ; siang dan malam; panas dan dingin; hitam dan putih, bukan hanya warna ini saja yang membentuk kehidupan. Banyak terdapat bias diantara dua ekstrim tersebut. Jangan memilih, terimalah apapun yang datang dalam perjalanan hidupmu.

Dan yang terpenting, jangan sekali-sekali menjadikan kehidupan terlalu serius. Tidak, kehidupan bukan peristiwa serius hanya sebuah permainan, sebuah pertandingan , lawakan yang dimainkan oleh I a yang maha kuasa, lebih besar dari semua pelawak.nikmatilah, tertawa, menari, bernyanyi rayakan kehidupan.

Permaianan tetap permainan, kau kalah hari ini, bukan masalah besar. Bagaimanapun juga, itu hanya sebuah permaianan. Kau jadi pemenang, lalu kenapa? kau mungkin kalah pada giliran berikutnya – jagalah ketenangan diri mu!

Hidup dari waktu ke waktu. Sementara mengemudi, lihatlah kaca depan saja untuk mengetahui yang datang dari belakang. Kau tidak dapat mengemudi dengan melihat kaca sepanjang waktu.Jangan hidup di masa lampau, itu telah berlalu tanpa penyesalan, keluhan, hiduplah pada situasi yang ada, hari esok belum juga lahir kau tidak tahu apa yang akan terjadi setelah satu jam lagi. Hiduplah pada saat ini! lakukan yan terbaik, seakan-akan ini merupakan kesempatanmu yang terakhir, hanya kemudian kau akan menemukan dirimu sangat hidup. Hidup sebenarnya!

Buatlah kehidupan sebagai perayaan, festival cinta kasih tak berakhir ; kemudian dan hanya demikian kau mampu memberi arti bagi kehidupanmu. Kalau tidak dengan demikian, kehidupan, hanya sebuah penderitaan yang sangat panjang. Kau akan mencoba melarikan diri, kau akan mencoba mencari kambing hitam tempat membuang tanggung jawabmu. Kau telah membuat kehidupan menjadi terlalu serius dan kau telah melupakan cara menikmati hidup.

Aku hadir untuk memberitahu bahwa tak seorang dapat menolongmu, kua harus menolong diri sendiri. Kau adalah guru bagi dir sendiri, kau adalah penyelamat bagi diri sendiri. Kau dapat menyelamatkan dirimu, kau adalah messiah bagi dirimu sendiri. Anand Krishna

One thought on “KEHIDUPAN (sebuah Renungan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s