Pura Tanah Lot Bali

pura-tanah-lot-bali-2.jpgpura-tanah-lot-bali-3.jpgpura-tanah-lot-bali-1.jpg
Pura tanah lot bali, mungkin salah satu nama yang tak asing bagi saudara dan mungkin juga sudah beberapa kali berkunjung ke obyek ini. Tanggal 1/9/07 siang, saya menggantar tamu dari jogja, Tanah lot terlihat agak sepi mungkin karena bukan musim liburan , cuaca sedikit puanas dan sangat cerah, tapi pas untuk menyaksikan sunset…..

Setelah berkunjung  sekali atau mungkin beberapa kali ke Tanah Lot yang terkenal ini sambil  menikmati sunset, tahu kah anda sejarah dari tanah lot? Untuk anda akan saya ceritakan sedikit tentang pura tanah lot untuk menambah wawasan,

Pada masa kerajaan majapahit tersebutlah seorang Bhagawan yang bernama Dang Hyang Dwijendra atau Dang hyang Nirarta. Beliau dekenal dalam penyebaran ajaraan agama hindhu dengan nama “Dharma Yatra”, di lombok beliau dikenal disebut “Tuan Semeru” atau guru dari semeru sebuah nama gunung di Jawa Timur. Pada waktu beliau datang ke Bali untuk menjalankan misinya yang berkuasa di Bali pada saat itu adalah Raja Dalem Waturenggong yang menyambut beliau dengan sangat hormat. Beliau menyebarkan agama sampai ke pelosaok-pelosak pulau Bali, disebutkan saat beliau menjalankan “Dharma Yatra” di Rambut Siwi, beliau melihat sinar suci dari arah tenggara dan mengikuti sampai pada sumbernya yang ternyata adalah sebuah sumber mata air. Tidak jauh dari tempat mata air itu beliau menemukan sebuah tempat yang sangat indah yang disebut “gili beo” (gili artinya batu karang , Beo artinya burung) jadi itu adalah sebuah batukarang yang berbentuk burung. Ditempat inilah beliau melakukan meditasi dan melakukan pemujaan terhadap Dewa pengguasa laut. Lokasi tempat batukarang ini termasuk dalam daerah desa beraban, dan beliau mulai menyebarkan ajarannya kepada penduduk desa beraban, dimana didesa tersebut dikepalai oleh seorang pemimpin suci yang disebut”Bendesa Beraban Sakti”. Sebelumnya masyarakat desanya beraban menganut ajaran momotheisme dalam waktu singkat banyak masyarakat beraban mengikuti ajaran Dang Hyang Nirarta yang kemudian membuat bendesa beraban sangat marah dan mengajak pengikutnya yang masih setia untuk mengusir bhagawan suci ini. Dengan kekuatan sepiritual yang dimiliki, Dang Hyang Nirarta melindungi diri dari serangan bendesa beraban dengan memindahkan batukarang besar tempat beliau bermeditasi ke tengah lautan dan menciptakan banyak ular dengan selendangnya di sekitar batu karang sebagai pelindung dan penjaga tempat tersebut. Kemudian beliau memberi nama ” Tengah Lot” yang berarti Tanah di tengah Laut. Akhirnya bendesa beraban mengakui kesaktian dan kekuatan spiritual dari Danghyang Nirarta, dan menjadi pengikut setia dan ikut menyebarkan ajaran itu kepada penduduk setempat. Sebagai tanda terima kasih sebelum melanjutkan perjalanan beliau memberikan sebuah keris suci yang dikenal dengan nama ” Jaramenara/ Ki Baru Gajah” kepada Bendesa Beraban. Saat ini keris itu disimpan di Puri Kediri yang sangat dikeramatkan dan diupacarai setiap hari raya kuningan. Upacara di Pura tanah lot setiap 210 hari sekali yakni pada”Buda Wage Langkir” sesuai dengan penanggalan kalender Bali. Salam Damai dari Bali.

10 thoughts on “Pura Tanah Lot Bali

  1. Trimakasih banyak balibuddy, atas legenda Tanah Lot nya…sungguh sejarah yg harus diketahui anak cucu kita kelak!!!……….Tanah Lot memang luar biasa…khususnya untuk saya pribadi, dulu saya diprediksi/ramal oleh resi yang menjaga ular di gua tanah lot…akan berjodoh dengan sahabat saya di SMA yg waktu itu kebetulan sedang pikinik bareng, dan apa yg terjadi?????……..prediksi ato ramalan itu benar terjadi…setelah 17tahun kami berpisah setelah lulus SMA, kami dipertemukan kembali dan kami insyaallah menikah! amin…thanks very much balibuddy!

  2. Tanah Lot is one of the best place in Bali,the scenery is beautiful and powerfull religious…..I have gone to Bali last month,and Bali was so good for refresh….

  3. wah…thankyu infonya….belum pernah kesan. tapi harus membawakan ceritanya untuk presentasi….semoga bermanfaat deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s