Kopi Luwak di Bali

Siang ini setelah menyantap makan siang di Kintamani, di salah satu restoran, yang mepunyai pemandangan elok di penelokan, Kintamani, perjalanan wisata kami lanjutkan kan dengan mengunjungi agrowisata di desa temen, kabupaten Bangli yang juga searah dari arah kintamani. Seperti kunjungan-kunjungan sebelumnya, di tempat ini kami menyaksikan atraksi, pengolahan biji kopi menjadi kopi bubuk siap konsumsi secara traditional, sangat traditional malah, metode lama yang biasa di lakukan di desa-desa tanpa teknologi (*modern) sama sekali, mungkin hal yang biasa untuk sebagian dari kita tapi merupakan pengalaman yang luar biasa bagi tamu-amu manca negara, yang terbiasa dengan kemajuan teknologi, apalagi di tambah melihat-lihat  kebun kopi, coklat, vanili dan lainya , yang sangat jarang mereka temui dalam “wujud” masih di alam, kebanyakan sudah dalam bentuk kemasan dan siap konsumsi. Pengalama in sungguh sangat berharga bagi mereka dan juga anak-anak mereka yang biasa mengkonsumsi produk ini ( seperti coklat, vanila ice cream dst) setiap  hari……. akhirnya mereka bisa melihat langsung wujud buah coklat yang masih belum di olah dan juga pohonnya sekalian, begitu juga dengan kopi robusta, arabica, pohon vanili, pohon manggis, pohon duren dst. Terobosan terbaru yang dapat mereka alami disini adalah ” Luwak Kopi” atau Civet cat coffee, dan juga sangat bagus buat agrowisata dan pariwisata secara umum di Bali. Selain melihat luwaknya, mereka juga dapat mencicipi kopi luwak itu sendiri, yang konon di jepang dan amerika, mencapai harga USD 90/ cangkirnya, GILA! . Ditempat ini, selain menikmati kopi luwak, meilhat luwaknya , meilhat proses pembuatanya, harga secangkirnya cuman USD 3/ cangkirnya ( setara dengan Rp. 30.000/ cangkir), tambah mantap rasa kopinya. Kopi ini, terkenal sebagai salah satu makanan langka dan sangat mahal di dunia. Pengalaman yang sangat sensasional…..

Kopi luwak merupakan salah satu produk agrowisata yang sangat menarik, dan sangat menarik buat saya mencari tahu. Luwak atau musang, ” lubak” dalam bahasa balinya, ternyata sangat doyan sama biji kopi, malah luwak ini bisa membedakan tingkat kematangan dari biji kopi dari 90 – 100 %, padahal biji kopi bukan makanan utama dari luwak, jadi luwak makan biji kopi ini hanya pada musim panen kopi. Sistem pencernaan luwak sangat sederhana, secara alami biji kopi yang di makan luwak mengalami proses permentasi di dalam organ pencernaannya, seperti mengurangi rasa pahit dari rasa kopi , sehingga kopi luwak mempunyai cita rasa special. Karena organ pencernaan luwak sangat sederhana, jadi biji kopi yang masih terbungkus kuli ari tidak hancur dalam proses pencernaanya. Sehingga biji ini masih utuh tercampur dengan kotoran luwak,  sedikit menjijikan tapi proses tidak berhenti sampai disini.  Menurut Prof. Massiomo Marcone dari Guelpg University, Kanada, menyebutkan fermentasi pada pencernaan luwak ini meningkatkan kualitas kopi karena selain barada pada suhu fermentasi optimal 24 – 260 Celcius juga dibantu dengan enzim dan bakteri yang ada pada pencernaan luwak. Kandungan protein kopi luwak lebih rendah ketimbang kopi biasa karena perombakan protein melalui fermentasi lebih optimal. Protein ini berperan sebagai pembentuk rasa pahit pada kopi saat disangrai sehingga kopi luwak tidak sepahit kopi biasa karena kandungan proteinnya rendah. Komponen yang menguap pun berbeda antara kopi luwak dan kopi biasa. Terbukti aroma dan citarasa kopi luwak sangat khas. Proses fermentasi tak lazim oleh luwak ini membuat sebagian orang enggan mengkonsumsinya karena jijik atau takut. Padahal menurut Massimo, kandungan bakteri pada kopi luwak yang telah dioven lebih rendah daripada kopi dengan proses biasa. Jadi Kopi luwak wajib di coba, penngemar kopi wajib mencoba dan rasa kan perbedaan antara kopi biasa dan kopi luwak ini. Untuk informasi mendapat kan kopi luwak ini bisa hub. saya  Balibuddy ( sms) 081338667808, e-mail balibuddy@gmail.com, retail maupun grosir. Tersedia roasted bean maupun  bubuk, baik Kopi luwak Robusta maupun Arabica. Ngupi2 yuks!

6 thoughts on “Kopi Luwak di Bali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s