Mitos cinta abadi dari Bali : Jaya prana dan layon sari

Pernah dengar romeo dan juliet, kisa cinta abadi dari dunia barat ? Kisah percintaan memang selalu menarik perhatiian setiap pembaca atau pendengar terutama bagi para remaja, banyak karya-karya menarik yang diciptakan dari dulu hingga saat ini, seperti berupa novel, cerpen maupun film-film yang saat ini sedang marak digemari oleh anak remaja. Disamping itu sejak jaman dahulu kita juga banyak mengenal cerita-cerita rakyat tentang cinta abadi yang melegenda hingga saat ini, entah kejadian itu memang pernah terjadi atau tidak, namun bagi masyarakat Indonesia yang kaya akan cerita-cerita rakyat mereka sangat percaya akan legenda-legenda ini, tidak hanya tentang kisah percintaan yang abadi, namun mereka juga mengenal kisah-kisah dramatis maupun kutukan, contohnya saja cerita yang terkenal malin kundang, masyarakat sangat mempercayai kisah ini hingga saat ini yang diperkuat dengan bukti-bukti yang membuat mereka yakin akan adanya kejadian dalam cerita rakyat ini. Tidak hanya cerita yang sudah tertanam dimasyarakat karena suatu legenda, namun banyak juga cerita-cerita buatan yang terkenal dan mendunia. Ingatkan kalian dengan sekarang cerita cinta abadi yang terkenal romeo dan juliet yang di karang oleh William Shakespeare yang terkenal di Eropa.

Mitos Jaya Prana dan Layon Sari

Jaya prana dan layon sari

jaya prana dan layon sari, Kisah cinta abadi dari bali

Pulau Bali juga memiliki cerita rakyat yang melegenda yang hingga saat ini terkenal di Bali Barat. Cerita rakyat ini dikenal dengan kisah percintaan Jayaprana dan Layon Sari, dan cerita ini berawal dan berakhir serta meninggalkan bukti sejarah akan kisah ini di sebuah makan yang terletak di Desa Sumber Klampok, Kecamatan Gerokgak sekitar 67 km sebelah barat Kota Singaraja atau lebih tepatnya makam mereka berada di area Taman Nasional Bali Barat, tepatnya di Teluk Terima. Sudah pernahkah kalian mendengar cerita romantis dan terkenal dari Bali ini? Bila belum, mari kita simak cerita Jayaprana dan Layon Sari ini. Cerita ini dimulai ketika anak laki-laki yang bernama I Jayaprana diangkat sebagai anak angkat seorang raja penguasa dari Desa Kalianget. Raja ini mengangkat Jayaprana sebagai anak angkat karena Jayaprana sudah menjadi anak yatim piatu yang ditinggal mati oleh keluarganya saat ada musibah besar,mereka diserang wabah penyakit yang membuat keluarganya meninggal dan hanya Jayaprana yang tersisa. Jayaprana pun hidup sendiri ditengah kemiskinan dan musibah yang baru ia terima. Hingga suatu ketika ia memberanikan diri untuk menghadap sang raja agar dijadikan abdi di kerajaan itu. Akhirnya ia pun diangkat menjadi abdi raja. Jayaprana pun menjadi abdi kesayangan raja karena ia sangat rajin dan akhirnya Jayaprana diangkatlah menjadi anak angkat dari raja ini. Singkat cerita I Jayaprana tumbuh dewasa dan menjadi pria yang tampan, sang raja meminta Jayaprana untuk mencari calon istri. Lalu pergilah Jayaprana ke pasar dan langsung terpana melihat kecantikan Ni Layon Sari. Akhirnya mereka menikah atas seizin sang raja. Namun ternyata sang raja menaruh hati pula kepada Layon Sari karena parasnya yang cantik. Belum lama menikah kebahagian mereka terusik, karena sang raja memerintahkan patihnya yang bernama I Saunggaling untuk mengutus pergi ke hutan untuk menyelidiki perahu yang hancur dan orang-orang menembak binatang di kawasan Pengulan. Sebagai orang kepercayaan raja, Jayaprana pun menyanggupi. Namun istrinya Layon Sari melarang Jayaprana untuk pergi karena memiliki firasat yang buruk. Akhirnya Jayaprana pun pergi ke hutan dan benar saja ia ditikam sampai mati oleh I Saunggaling. Layon Sari sangat terpukul mendengar kematian suaminya itu. Sang raja berpura-pura bersedih dan meminta Layon Sari menjadi permaisurinya. Namun ketika Layon Sari menolaknya, ia pun dipaksa oleh sang raja lalu dengan tidak berfikir panjang, Layon Sari mengambil keris dan menusukkan ke dirinya sendiri. Akhirnya Layon Sari meninggal dan dikubur disamping kuburan Jayaprana.

Lokasi Makam Jaya Prana dan Layon sari

monumen cinta jaya prana dan layon sari

jaya prana dan layon sari, Kisah cinta abadi dari bali

Hingga saat ini banyak masyarakat Bali maupun wisatawan yang datang untuk mengunjungi makam ini. Untuk menuju kuburan ini kita harus melakukan pendakian yang cukup panjang dan melelahkan karena kuburan ini terletak di tengah hutan. Namun semua rasa lelah kalian pasti akan terbayarkan karena kalian akan merasakan suasana yang tenang, damai serta bila kalian telah sampai di atas bisa melihat pemandangan yang menakjubkan. Wisatawan bisa melihat Pulau Menjangan serta beberapa gunung di Pulau Jawa. Kalian bisa melihat makam Jayaprana dan Layon Sari dengan nuansa kuning dan di hiasi oleh patung-patung sebagai lambang dari kisah ini. Di sekitar makam juga tedapat Pura yang ramai dikunjungi umat Hindu ketika hari-hari tertentu. Perjalanan menuju pura yang cukup curam tidak menyurutkan niat banyak wisatawan yang juga banyak mengunjungi Pura karena ditemani monyet-monyet yang berada di sepanjang jalan dan bergelayutan di atas pohon. Bagaimana menurut kalian, cerita Jayaprana dan layonsari yang romantis dan mengharukan bukan? Bagi kalian yang penasaran, datang saja langsung ke area Taman Bali Barat untuk melihat sisa sejarah cerita dari kisah Jayaprana ini. kunjungi monumen Cinta abadi di Bali, sebuah  tempat bagi mereka yg memuja cinta abadi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s