Upacara Ngaben di Bali

upacara ngaben di bali

upacara ngaben di bali

Kematian merupakan hal mutlak yang akan dialamai oleh semua manusia yang hidup di dunia. Tidak ada yang pernah tau kapan mereka akan menemui ajal mereka, semua hal baik hidup dan mati sudah di atur oleh Tuhan, sebagai pencipta alam semesta ini. Bagi sebagian orang kematian merupakan hal yang mereka takuti, maka dari itu semasa hidupnya di dunia , mereka selalu berusaha melakukan hal yang terbaik dengan tujuan ketika nantinya mereka telah di panggil Sang Pencipta, mereka akan mendapat tempat yang layak dan di jauhkan dari siksa api neraka serta mereka berharap apabila kelak mereka reinkarnasi ke dunia, mereka akan terlahir sebagai manuasia sempurna dan lebih baik dari sebelumnya. Di setiap daerah memiliki cara yang berbeda-beda untuk memperingati kepergian keluarga mereka. Begitu pula di Indonesia yang memiliki 5 agama dengan berbagai suku dan ras, sangat banyak menyimpan keunikan dalam pemberian penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Contohnya suku Asmat, mereka sangat menghormati kepala suku mereka apabila kepala suku mereka meninggal dunia, maka jasadnya akan disimpan dalam bentuk mumi dan akan dipajang di depan joglo suku ini serta ada juga pemakaman unik yang di lakukan di Tanah Toraja yaitu meletakkan mayat-mayat di atas tebing berbatu. Tidak hanya di daerah tersebut saja yang memiliki keunikan untuk memperlakukan orang yang telah meninggal. Di Bali juga memiliki cara unik untuk menghormati orang yang meninggal dunia.

Apa itu Ngaben ?

Mungkin kata “ngaben” sudah tidak asing terdengar di telinga kalian. Ngaben merupakan salah satu ritual besar di yang ada di Bali. Ngaben juga merupakan serangkaian upacara Pitra Yadnya (upacara yang ditunjukkan kepada leluhur) untuk mengembalikan ke tempat asal mereka. Ngaben secara etimologis berasal dari kata “api” yang mendapat awalan “nga” dan akhiran “an”, jadi awalnya memiliki arti “ngapian” lalu seiring perkembangan jaman bergeserlah kata ngapian menjadi kata ngaben yang di kenal hingga kini. Ngaben juga merupakan penyucian bagi atma (roh) orang yang telah meninggal yang dijadikan suatu kewajiban agar roh (leluhurnya) bisa menuju tempat selanjutnya. Dengan upacara pembakaran ini lah salah satu cara mereka untuk memberikan penghormatan terakhir untuk leluhur mereka. Upacara Ngaben sering di sebut pula upacara Pelebon, upacara ini dianggap sangat penting bagi Umat Hindu untuk membebaskan arwah orang yang telah meninggal dengan ikatan keduniawian dan menuju ketempat yang seharusnya mereka dapatkan seperti surga, moksa (tingkatan tertinggi bagi roh yang membebaskan mereka dari proses reinkarnasi ke dunia menurut ajaran agama Hindu), atau kembali turun ke Dunia atau reinkarnasi sesuai karma phala (hasil perbuatan yang dilakukan terdahulu) mereka. Ketika ada keluarga yang meninggal tidak semua anggota keluarga langsung membuatkan upacara pengabenan ini, karena upacara ngaben ini membutuhkan dana yang tidak sedikit serta tenaga extra untuk mempersiapkan upacara ini. Hanya orang-orang yang berkecukupan dan memiliki kasta tinggi ketika meninggal segera di upacarai ngaben. Bagi orang yang kurang mampu, biasanya jasad keluarga yang telah meninggal hanya dikubur. Namun mereka bisa mengikuti upacara ngaben massal yang biasanya diadakan oleh pemerintah setempat.

Prosesi Ngaben

Sebelum jasad dibawa menuju kuburan, jasad akan dimandikan dan dibersihkan di halaman rumah keluarga yang bersangkutan yang biasanya dikenal dengan istilah “nyiramin atau nge-mandusin”. Lalu keluarga juga mempersiapkan sarana untuk meletakkan jasad keluarga mereka yang bernama “bade” atau di beberapa daerah dikenal dengan sebutan “wadah”. Bade atau wadah ini merupakan sarana yang akan digunakan dan menggantarkan jasad menuju kuburan. Bade inilah yang akan di arak beramai-ramai oleh keluarga dan masyarakat desa setempat menuju kuburan desa dengan diiringi gambelan serta kidung suci yang terus di lantunkan sepanjang upacara pengabenan berlangsung . Bade inilah yang akan dibakar setelah di upacarai dan diberikan sesajen. Bagi orang yang berkasta tinggi di Bali biasanya juga menggunakan lembu sebagai symbol hewan suci yang dipercayai bahwa hewan lembu ini yang akan menghantarkan mereka menuju alam selanjutnya. Setelah jasad di bakar kurang lebih sekitar 1-2 jam jasad akan menjadi abu, abu ini kemudian dikumpulkan di sebuah kelapa gading, kelapa ini nantinya akan di larung ke laut setelah upacara pengabenan ini selasai, ini bertujuan untuk menghanyutkan segala kotoran yang masih tertinggal. Upacara melarung abu ke laut ini sering disebut “nganyud”. Upacara terakhir setelah hari ke 12 sejak upacara pengabenan tersebut adalah upacara “makelud” ini memiliki makna untuk membersihkan serta menyucikan lingkungan keluarga mereka. Setelah semua upacara ini selasai, keluarga dapat dengan tenang mendoakan leluhur mereka di tempat suci yang ada di rumah masing-masing, karena pada saat upacara selesai leluhur mereka diberikan tempat khusus untuk berstana. Maka dari itu orang Hindu merasa selalu dekat dengan leluhur mereka dan biasanya mereka menghaturkan sesajen di hari-hari tertentu kepada leluhur mereka.

Inilah sepenggal penjelasan dari upacara ngaben yang ada di Bali, bila anda ingin mengetahui dan mempelajari lebih jauh tentang upacara pengabenan di Bali ini, sebaiknya anda ikut langsung dalam upacara ini. Bila anda beruntung anda akan bisa secara langsung melihat upacara ini dari dekat karena upacara ngaben tidak dilakukan setiap hari, 6 bulan sekali maupun 1 tahun sekali, melainkan dilakukan pada hari baik yang telah ditentukan oleh seorang “pedanda” karena upacara ini tidak boleh dilaksanakan di sembarang hari.

Prosesi Ngaben di Bali

Prosesi Ngaben di Bali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s