Berwisata ke Taman Sukasada

Taman Ujung Bali

Taman Ujung Bali

Pulau Bali juga di jadikan tempat favorit para wisatawan domestik maupun mancanegara untuk kegiatan syuting sinetron, ftv dan film, serta akhir-akhir ini para wisatawan baik lokal maupun mancanegara memilih pulau Bali untuk mengabadikan moment hidup mereka, seperti hanya sekedar melakukan foto pre-wedding bahkan hingga menggelar acara pernikahan di Bali. Tentunya mereka tidak akan sembarangan memilih tempat untuk menggelar momen bahagia mereka bukan? Tentunya mereka memiliki alasan yang berbeda-beda mengapa mereka memilih Pulau Bali sebagai pilihan untuk beberapa moment penting mereka. Salah satu alasan mereka adalah karena Pulau Bali terkenal memiliki keindahan yang membuat mereka tertarik datang dan mempercayakan momen mereka di Pulau Dewata ini. Taukah kalian ada tempat yang menjadi tempat favorit mereka untuk melaksanakan foto pre-wedding selain pantai? Ya taman, taman merupakan salah satu tempat yang memiliki background yang indah saat melaksanakan foto pre-wedding maupun pernikahan. Di Bali ada salah satu taman yang menjadi tempat favorit wisatawan untuk melakukan sesi pemotretan ini loh, namanya Taman Ujung atau yang biasa di kenal dengan Taman Sukasada.

Lokasi Taman Ujung  atau Sukasada

Taman Ujung terletak di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem kira-kira berjarak 85 km dari Kota Denpasar atau sekitar 5 km selatan Amlapura. Asal-usul dari Taman Sukasada ini dibangun oleh Raja Karangasem , yang bernama I Gusti Bagus Jelantik. Beliau memiliki gelar dengan nama Agung Anglurah Ketut Karangasem. Taman Sukasada ini dibangun pada tahun 1901. Saat pembangunan ini telah rampung dikerjakan, diberilah nama kolam Dirah, yang memiliki arti kolam tempat pembuangan, jadi orang-orang yang memiliki ilmu hitam dan sesat akan dibuang di kolam Dirah ini. Pada tahun 1909 raja Karangasem memerintahkan Van Den Hentz, beliau adalah seorang arsitektur dari Belanda, dan Loto Ang arsitektur dari Tiongkok serta ada beberapa seniman bali yang membantu untuk mengembangkan tempat peristirahatan Raja Karangasem ini. Hingga jadilah sebuah istana yang digunakan untuk tempat peristirahatan Raja Karangasem serta menjadi tempat menjamu tamu kerajaan Karangasem. Bangunan ini pun selesai pembangunannya pada tahun 1921 dan jadilah kompleks istana ini memiki kombinasi dari arsitektur Bali-Eropa.

Struktur taman dan Tiket masuk Info

Untuk memasuki tempat ini terdapat 3 buah pintu masuk atau gerbang untuk menuju ke areal taman ini. Gerbang utama berada pada sisi barat yang disebut “Bale Kapal”, nama ini diberikan karena dahulunya bangunan ini menyerupai sebuah kapal. Di Taman Sukasada ini juga terdapat 3 kolam besar yang menarik perhatian pengunjung, 1 kolam berada di bagian selatan dan pada tengah kolam terdapat sebuah bangunan yang bernama Bale Bengong. 2 kolam lainnya terdapat di sebelah utara, kolam ini juga lebih luas dari kolam yang berada di sebelah selatan pada tengah kolam ini terdapat sebuah jembatan yang digunakan untuk para pengunjung yang ingin melintasi kolam dan bangunan ini juga sebagai jalan untuk menuju bangunan utama yang bernama Bale Gili. Dari sinilah Taman Sukasada di juluki sebagai The Water Palace atau Taman Air Kerajaan. Sambil berkeliling di tempat ini kita bisa menyaksikan bentuk bangunan yang kokoh, megah serta melihat perpaduan arsitektur antara Bali dan Eropa. Kita juga bisa mempelajari sejarah dari Taman yang memiliki luas sekita 10 hektar ini. Selain bangunanya yang unik, kita juga bisa melihat keindahan taman ini. Inilah yang menjadikan Taman Sukasada ini menarik untuk dikunjungi dan banyak dijadikan tempat pre-wedding oleh calon pengantin. Di Taman Sukasada ini ada bangunan yang berada lebih tinggi dari bangunan lainnya yang berbentuk bangunan persegi empat panjang yang bernama “Bale Lunjuk” ada sekitar 107 anak tangga menuju bangunan yang paling timur ini. Dari tempat yang tinggi ini pula kita bisa menyaksikan indahnya panorama laut yang sangat indah dan mengagumkan loh, bukan hanya itu saja kita bisa melihat hijaunya kawasan Taman Sukasada ini serta kita dapat melihat gunung tertinggi di Bali, ya tentunya Gunung Agung. Menarik bukan? Untuk biaya masuknya pun cukup terjangkau di kantong wisatawan domestik maupun mancanegara. Untuk tiket masuknya saja hanya dikenakan Rp.10.000/orang, parkir mobil dikenakan biaya hanya Rp.5000/mobil, bagi yang membawa kamera dikenakan biaya sebesar Rp.50.000 dan untuk mengabadikan foto pre-wedding hanya dikenakan biaya Rp.600.000 (untuk semua crew) cukup murah bukan?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s